MENGENAL FAST FASHION dan DAMPAKNYA terhadap LINGKUNGAN
https://medium.com/@onwomen.id/kabar-jelek-dari-tren-fast-fashion-bf339c5ab9c0
Biasanya kita berpikir bahwa baju fashion tidak akan terbuang meskipun waktu sudah berlalu lama. Kita juga berpikir bahwa baju fashion tidak akan menyebabkan banyak limbah. Rupanya, pemikiran itu tidak benar. Baju atau pakaian juga akan menghasilkan limbah, terutam adengan fast fashion yang saat ini sedang ramai di lakukan.
Fast fashion adalah produk pakaian yang memiliki berbagai model yang berganti dalam waktu yang singkat serta diproduksi secara massal dengan biaya yang lebih rendah. Lebih jelasnya, fast fashion lebih fokus pada produksi pakaian yang sedang tren saat itu dengan kualitas rendah dan mendapatkan keuntungan besar tapi biaya upah yang rendah. Biasanya hasil produk dari strategi fast fashion ini merupakan hasil jiplak dari model pakaian brand ternama.
Strategi seperti ini hanya akan menciptakan konsumsi berlebihan. Perhatian konsumen akan berarah ke barang-barang berharga rendah, meski jangka waktu masa pakainya pendek karena haru mengikuti arus tren fashion yang berubah setiap tren-nya. Hal itu membuat konsumen terus membeli dan membuang pakaiannya dengan cepat dan menyebabkan gunungan limbah pakaian di TPS.
Dilansir dari gemawan.org “Secara global, diperkirakan 91 juta ton limbah tekstil di produksi setiap tahun. Jumlah itu diperkirakan akan terus melonjak hingga 134 juta per tahun pada tahu 2030. Limbah tekstil memang bukan satu-satunya dampak lingkungan, tetapi industri fashion menyumbang haampir 10% dari emisi karbon global, lebih besar dari gabungan sektor penerbangan dan pelayaran, dan berkontribusi hampir 20% air limbah global atau sekitar 93 miliar meter kubik dari pencelupan tekstil, menurut Program Lingkungan PBB”
Stretegi ini menuai banyak pro dan kontra. Dengan fast fashion, kita bisa memakai pakaian yang sedang tren dengan harga yang lebih terjangkau. Namun, bagi saya hanya dengan jangka waktu pemakaian yang singkat hanya akan membuat gunungan sampah. Keuntungan memang ada untuk para owner dengan strategis pemasaran inn tetapi kerugiannya di tanggung oleh seluruh dunia, itu juga tidak sedikit dan berbahaya seperti yang dijelaskan pada artikel Envisha PKM UI “industri fast fashiom bertanggung jawab terhadap sekitar 10% dari total emisi karbon di dunia, bahkan diperkirakan akan mengalami peningkatan sampai 50% di tahun 2030”.
Saya berpikir bahwa strategi fast fashion tidak salah untuk dilakukan para usahawan untuk mencari uang. Akan tetapi, membuat konsumen ingin tampi modis sesuai tren saat itu bertambah banyak dan setelah masa tren itu selesai, tak banyak dari mereka membuangnya. Itu akan terus berulang dan membuat gunungan limbah pakain menjadi banyak di TPS (Tempat Pembuangan Sampah)


Komentar
Posting Komentar